Mencairnya Gletser 'Kiamat' Thwaites Mengancam Tinggi Permukaan Laut Dunia
Gletser-gletser di Antarktika kemungkinan sedang mencair saat ini, tapi cuman satu yang paling dicemaskan yaitu Gletser Kiamat.
bandar togel lotto cara menemukan situs togel online terpercaya
Secara sah gletser itu dikatakan sebagai Gletser Thwaites, yaitu satu susunan es yang berada di pinggir barat Antarktika, di mana gletser itu sedang mencair dengan kecepatan yang mencemaskan. Seorang pakar geologi di Amherst College namanya Nick Holschuh menjelaskan jika peta pencairan es di teritori itu memperkuat kecemasan itu.
"Bila Anda mengecilkan dan menyaksikan keseluruhnya gambar, cuman ada titik merah jelas di pinggir Susunan Es Antarktika Barat tempat Thwaites dan Pulau Pine (gletser yang lain bersisihan) sedang tipis," ucapnya.
Diambil dari Discover Magazine, Rabu (18/11/2020), Thwaites yang mulai mencair dan berperan pada peningkatan permukaan laut hanya 1/2 kecemasan beberapa periset. Ada di belakang Thwaites ada bongkahan es yang semakin besar, yang sepanjang Thwaites masih utuh, bongkah itu akan terlindungi dari contact sama air yang begitu hangat.
Bila Thwaites mencair, bongkahan es yang jauh semakin besar itu akan menambahkan air ke lautan kita , yang seterusnya menggerakkan peningkatan permukaan laut. Periset saat ini sedang mempelajari kapan kejadian itu bisa berlangsung.
"Kami ketahui jika Gletser Thwaites cukup penting. Tetapi, berapa banyak dan berapa cepat hal tersebut akan bertambah dalam beberapa dasawarsa dan era masih belumlah pasti," tambah Atsuhiro Muto, seorang pakar geofisika kutub di Temple University.
Kecemasan itu membuat satu visi pengangkutan periset untuk mengevaluasi gletser itu. Visi itu disebutkan Kerjasama Gletser Thwaites Internasional, yang terbagi dalam beberapa periset (terhitung Holschuh dan Muto) untuk pergi mengecek bagaimana gletser itu berkurang.
Project ini adalah kerjasama di antara National Science Foundation dan Dewan Penelitian Lingkungan Alam Inggris, yang secara mandiri mengaku jika Thwaites ialah gletser yang perlu tapi kurang jadi perhatian dalam soal pahami peningkatan permukaan laut di hari esok.
Kedukaan atas persoalan ini diawali di tahun 1970-an, saat beberapa periset mengeluarkan beberapa makalah yang menerangkan bagaimana wujud Thwaites dan benua yang disambungkannya mengakibatkan pencairan yang beresiko.
Seperti gletser yang lain, Thwaites mempunyai lidah es yang panjang dan tipis yang menjulur ke air laut. Bila Anda menyelam ke air di bawah es yang mencolok dan berenang ke bawah, Anda akan menyaksikan jika Thwaites tersambung dengan tanah.
Panorama itu disebutkan garis pentanahan. Seorang pakar geofisika di Georgia Tech namanya Britney Schmidt, kurang lebih sudah turun ke bawah untuk memperhatikan persimpangan itu dari jarak dekat.
Selaku sisi dari visi Thwaites internasional, Schmidt dan teamnya mengarahkan kapal selam robot ke garis dasar untuk memperoleh pengetahuan terinci mengenai wujud dan keadaan es, sebab disini rutinitas pencairan yang perlu berlangsung.
Perombakan cuaca yang berasal dari manusia sudah menghangatkan air laut dan mencairkan gletser bisa lebih cepat. Waktu es lenyap, garis dasar mundur dan makin berkurang Thwaites yang tersambung dengan tanah.
Sepanjang Thwaites tersambung masih tersambung dengan tanah, gletser akan merintangi air hangat mengucur ke es yang lebih luas serta lebih tebal, yang berada di belakangnya. Tapi bila Thwaites sudah mencair hingga terangkat, susunan es akan terperosok ke lubang di kerak bumi sedalam 1,5 mil (2.41402 km) di permukaan laut.
Schmidt menerangkan bila bongkahan ada lebih rendah dari air, jadi tidak ada yang dapat hentikan pencairan. Air akan mengucur masuk, es akan tipis secara cepat dan segala hal yang sudah konstan akan musnah.
Bila betul-betul mencair, Thwaites akan meningkatkan permukaan laut 1,5 sampai 3 kaki. Garis pantai bisa menjadi tiga kaki lebih dangkal dari dan gelombang badai sepanjang kejadian cuaca jelek semakin lebih menakutkan dibanding yang awalnya.
"Sebab tidak jelas, Thwaites mempunyai potensi jadi Gletser Kiamat. Ini mempunyai potensi tidak untuk begitu jelek, tapi sepanjang kita masih berpotensi menjadi jelek, kita perlu lakukan suatu hal supaya kita tidak betul-betul condong ke skenario terjelek," tambah Muto.
Muto menjelaskan jika dengan "lakukan suatu hal", bermakna kita sudah tangani perombakan cuaca dan kemampuan yang menggerakkan pencairan Thwaites. Tetapi kita harus juga siap-siap untuk beberapa peningkatan permukaan laut yang tidak terhindar di periode mendatang, seperti menempatkan tembok laut atau beralih dari wilayah daratan rendah ke daratan tinggi.
Nyaris mustahil untuk meramalkan seberapa banyak peningkatan permukaan laut secara pas. Tapi beberapa periset lagi memantau apa yang berlangsung pada gletser, yang akan memberikan mereka peluang dalam memberi tanda-tanda detil mengenai ke mana arah keadaan itu.
Islandia paringati musnahnya Gletser namanya Okjokull yang sah dipastikan raib ngomong tahun 2014. Teror sama akan ditemui gletser-gletser yang lain dalam 200 tahun di depan.
